Habiskan Waktu PSBB Dengan Bermain Bersama Anak


Aktivitas agar anak tidak bosan di rumah selama PSBB memang tidak mudah, apalagi jika si kecil lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya. Oleh karena itu, orang tua perlu mengasah otak untuk menciptakan berbagai jenis permainan menyenangkan yang bisa dimainkan di rumah atau di teras dan taman. Bermain tidak hanya dapat mencegah anak dari kebosanan. Ketika anak-anak bermain dengan orang tua, keterampilan kognitif mereka diasah, serta keterampilan fisik, sosial dan emosional mereka.

Dari sudut pandang orang tua, bermain dengan anak juga meningkatkan bonding, yang mungkin sempat tegang karena kesibukan kedua orang tua sebelumnya. Dengan bermain game yang menyenangkan, baik orang tua maupun anak akan menghabiskan waktu berkualitas bersama.

Permainan seru di rumah bersama anak

Saat memilih permainan yang menyenangkan dengan anak-anak, Anda harus memperhatikan beberapa aspek dasar. Pilih permainan yang melibatkan anak Anda dalam mengamati, mendengarkan, dan memahami lingkungannya, dan yang paling penting membuat anak Anda bersemangat untuk melakukannya. Jenis permainan seru yang bisa Anda lakukan bersama anak di rumah adalah:

Lempar Koin

Permainan seru ini juga bisa melatih koordinasi mata dan tangan si kecil. Bahan untuk membuatnya juga sangat mudah ditemukan yaitu koin dan gelas. Semakin banyak koin yang bisa dia pertaruhkan, semakin besar hadiah yang bisa dia dapatkan. Anda juga dapat menggunakan benda lempar lainnya, seperti balok mainan anak atau kelereng.

Tebak kata

Game seru ini cocok untuk anak usia sekolah atau anak yang baru mulai belajar mengenal kata. Bahan yang perlu Anda siapkan hanyalah alat tulis dan kertas. Peran yang dimainkan juga dapat dipertukarkan, dengan demonstrasi anak-anak dan dewan orang tua. Game ini juga akan melatih imajinasi si kecil.

Bangun benteng

Permainan seru ini bisa memanfaatkan benda-benda tidak berbahaya di sekitar rumah, seperti bantal, guling, kardus bekas, kursi plastik, dan lain sebagainya. Cara memainkannya juga mudah karena si kecil tinggal menumpuk barang-barangnya menjadi benteng.

petak uMpet

Apakah rumah Anda memiliki sudut untuk bersembunyi? Maka permainan menyenangkan ini bisa menjadi alternatif, asalkan Anda menjelaskan kepada anak-anak Anda bagaimana menghindari tempat-tempat berbahaya, seperti di dekat kompor atau di tangga. 

Mencari harta karun

Permainan yang menyenangkan ini tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga melatih keterampilan pemecahan masalah dan pengamatan anak-anak. Untuk membuat permainan lebih menyenangkan, Anda dapat menambahkan hadiah yang dapat diterima anak Anda saat permainan selesai.

Cara Membahagiakan Anak Dengan Sederhana Saja


Memberikan kebahagiaan kepada anak merupakan kewajiban bagi orang tua. Kebahagiaan adalah perasaan senang, puas dan aura positif yang bisa buat hidup lebih berharga dan bermakna.

Memiliki masa kanak-kanak yang bahagia dapat mendorong anak-anak untuk mengatur kehidupan mereka dengan lebih baik. Tidak hanya memberikan kesenangan sementara pada anak, tetapi ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua untuk membuat anak bahagia.

Bagaimana cara membuat anak senang?

Setiap orang tua ingin anaknya bahagia. Beberapa bahkan melangkah lebih jauh dengan memberi anak itu semua yang dia inginkan. Tapi tentu saja anak-anak senang.

Anak-anak dapat menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, seperti bermain dengan orang tua mereka. Selain itu, ada beberapa hal yang Anda sebagai orang tua lakukan untuk membuat anak Anda bahagia, seperti:

Ajak anak bermain

Mengajak anak bermain merupakan cara yang mudah untuk membuat mereka senang karena anak-anak pada umumnya suka bermain. Bermain dan bersenang-senang dengan anak-anak di taman, taman atau tempat bermain lainnya tidak hanya membuat anak senang, tetapi juga mempengaruhi kepercayaan diri mereka.

Biarkan anak-anak bermain di luar

Berlari di rumput, menggali tanah, memanjat pohon, dan duduk di ayunan sangat bagus untuk anak-anak. Bau tanah, pohon, rumput atau bunga dan udara segar dapat meningkatkan mood mereka. Oleh karena itu, akan mendorong anak untuk bahagia dengan membiarkan anak bermain di luar atau membaca buku.

Batasi menonton TV atau bermain gadget

Anak-anak mungkin tampak seperti berjam-jam menonton TV atau bermain gadget, tetapi menatap layar terlalu lama tidak baik untuk kesehatan mental anak. Di sisi lain, menghabiskan waktu dengan aktivitas lain, seperti berolahraga, jalan-jalan bersama keluarga, atau bermain bersama teman bisa membuat mereka lebih bahagia. Jadi tetapkan batasan yang jelas bagi anak-anak untuk menonton TV atau bermain di perangkat mereka. Ini juga bisa menjadi cara anak belajar disiplin.

Membacakan buku cerita untuk anak

Kegiatan ini dapat membuat anak bahagia dan memperkuat hubungan Anda dengan anak Anda. Ini akan mendorong anak-anak untuk memiliki kreativitas dan imajinasi yang baik.
Luangkan waktu untuk membaca buku cerita dan biarkan mereka membantu Anda memilih buku cerita untuk didengarkan. Anak-anak akan sangat menantikan ini setelah menjadi rutinitas.

Berolahraga bersama

Berolahraga bersama bisa membuat semua anggota keluarga lebih bahagia, termasuk anak-anak. Peregangan, berjalan, berenang, jogging, bersepeda, atau aerobik dapat memberi Anda dorongan kebahagiaan. Selain itu, kegiatan sehat ini juga dapat membangun ikatan yang kuat dan menciptakan kenangan indah bersama anak-anak.

Sementara Anda benar-benar fokus untuk membuat anak Anda bahagia, jangan lupakan kebahagiaan Anda juga. Tidak mudah menjadi orang tua jadi penting untuk menyediakan waktu untuk Anda karena dapat membuat Anda merasa lebih tenang dan bahagia.

Perhatikan Ini Saat Sedang Memasak Bersama Anak


Kegiatan memasak bersama anak juga bisa menjadi wadah bagi anak untuk belajar tanggung jawab. Sama seperti saat memilih menu untuk memasak, libatkan anak dalam memilih masakan berdasarkan seleranya. Misalnya anak akan merasa senang karena membuat masakan sesuai dengan keinginannya dan tentunya memakannya dengan semangat karena itu masakan kesukaannya.

Harus diwaspadai

Memasak di dapur melibatkan api, benda tajam dan peralatan memasak yang bisa berbahaya bagi anak-anak. Selalu pastikan bahwa anak berada di bawah pengawasan Anda untuk menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diingat ketika memasak dengan anak-anak.

Pastikan meja nyaman untuk anak-anak. Jika meja ukuran tinggi, tambahkan bangku agar anak tingginya sesuai dengan meja untuk memasak dan anak bisa memasak dengan nyaman.

Berikan tugas sesuai dengan kemampuan anak

Minta anak-anak untuk menimbang bahan, mengukur jamu atau menguleni adonan. Jika anak Anda sudah cukup besar dan bisa menggunakan pisau dapur, ajari mereka menggunakan pisau dapur dengan benar. Jelaskan bahayanya agar anak selalu sadar akan keselamatannya Aktivitas seperti mengangkat benda berat dan panas, mengaduk piring panas, memanggang dan menyalakan kompor tetap harus dilakukan oleh orang tua.

Jaga kebersihan dapur, seperti meja masak, lantai dapur dan peralatan masak. Sangat berbahaya jika lantai dapur licin, ini bisa menyebabkan anak terpleset. Kebersihan dari peralatan masak juga harus dijaga agar makanan tidak terkontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kesehatan anak.

Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan bersih, baik sebelum dan sesudah anak Anda selesai memasak. Tentunya agar anak-anak dan makanan yang mereka hasilkan tetap bersih.

Memuji anak

Setelah memasak, evaluasi hasil masakan, seperti warna, rasa dan penyajian. Jika terjadi malfungsi, jelaskan penyebab dan akibat malfungsi tersebut agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi pada aktivitas memasak berikutnya. Jangan lupa untuk melengkapi keterampilan memasak Anda, misalnya dengan bentuk yang lucu atau hidangan yang lezat. Imbalan berupa pujian membuat anak merasa senang dan dihargai. Hal ini tentu saja menjadi penyemangat bagi mereka dan membuat mereka lebih menikmati memasak.

Yuk Simak Tips Ini Agar Anak Tidak Menjadi Pemalu Lagi


Jika dia bersembunyi di belakang Anda, si kecil hanya akan tersenyum kecil. Kebiasaan ini sepertinya sangat kental untuk menggambarkan sifat pemalu anak-anak. Pada awalnya, itu menjadi sesuatu yang normal, tetapi jika tidak ada yang dilakukan, rasa malu anak akan tetap ada sampai ia tumbuh dewasa. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda perlu mengajari si kecil untuk tampil berani dan percaya diri. Yuk simak tips berikut ini agar dia tidak merasa malu lagi.

Belajar Menyapa

Hal pertama yang harus diajarkan kepada si kecil adalah cara menyapa orang yang tepat. Kebiasaan menyapa orang lain merupakan salah satu cara untuk memberikan keberanian dan rasa percaya diri pada anak. Berlatihlah secara perlahan dan sesuaikan dengan kemampuan anak. Anda bisa memulainya dengan meminta si kecil untuk menyapa Anda, saudara, kakek-nenek, dan tetangga di kanan kiri rumah.

Latihan Tanya Jawab

Jika si kecil pandai menyapa orang lain, kembangkan keterampilan berbicaranya dengan berlatih tanya jawab. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak. Jika si kecil hanya mengatakan halo atau “halo” dalam frasa sapaan, ajari anak Anda pertanyaan dan cara menjawabnya. Misalnya, jika anak Anda bertemu orang lain, dorong mereka untuk bertanya, “Bagaimana kabarmu hari ini?” dan minta dia untuk menjawab “baik” ketika orang lain bertanya padanya.

Meniru Orang Lain

Setiap anak selalu memiliki idola favorit. Dia juga akan meniru berbagai aktivitas, termasuk cara dia berbicara. Biarkan anak-anak mengembangkan kreativitas dan kebiasaan mereka saat tampil di depan umum. Misalnya, si kecil berlarian dengan kostum superhero andalannya. Cara ini memungkinkan anak untuk melatih rasa percaya diri dan tidak malu sejak dini.

Berpartisipasi Dalam Kegiatan

Jika Anda dan keluarga sedang bersantai di rumah, cobalah saling berbincang. Libatkan anak Anda agar ia lebih termotivasi untuk lebih banyak mengungkapkan perasaannya. Hal yang sama berlaku ketika Anda pergi ke luar. Ajak si kecil sesering mungkin, seperti berbelanja atau sekadar pergi ke pusat keramaian. Semakin dia berinteraksi dengan orang-orang, semakin dia akan terbiasa menjadi kurang pemalu, lebih berani, dan lebih percaya diri.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda ajarkan kepada si kecil agar tidak menjadi anak yang pemalu lagi.